30 Oktober 2019 18:53:58
Ditulis oleh Humas BPD Sukolilo

Kembangkan Potensi Pemuda Desa, Diskominfo Tuban Gelar Pelatihan Audio Visual dan Jurnalistik

SID Sukolilo - Dinas Komunikasi Dan Informatika atau sering kita sebut Diskominfo Kabupaten Tuban, menggelar pelatihan audio visual dan Jurnalistik, Sabtu (30/10/2019). Namun, satu hari sebelumnya Diskominfo sudah melaksanakan pelatihan Audio Visual (29/10/2019). Konsep ini dilakukan setelah beberapa bulan silam meluncurkan Smart City, Kabupaten Tuban terus berbenah dalam mengembangkan dirinya. Salah satu yang dilakukannya dengan terus mendorong desa ikut menjadi smart village. Setelah mengadakan sosialisasi ke berbagai kecamatan untuk pengelolaan website desa, sekarang giliran pelatihan jurnalistik dan audio visual untuk mendukung pembuatan konten.

Selasa, 29 Oktober 2019

Kali pertama di hari perdana gelaran workshop tentang audio visual cukup diminati kalangan milineal muda. Mungkin sobat muda milenial setiap hari kita akan selalu menjumpai berbagai iklan di media online atau televisi dirumah sobat semua. Mungkin dibenak kalian bertanya, apa sih pentingnya iklan? Channel TV ini iklannya banyak kadang bikin jengkel juga kan?. Eits jangan prasangka buruk dari iklan, tanpa iklan atau media promosi sebuah produk tidak bisa dikenal luas sob! Maka iklan itu penting untuk mengenalkan sebuah produk atau potensi pengetahuan secara tidak langsung.

Dalam pengertian umum, iklan adalah sarana bagi upaya menawarkan barang atau jasa kepada khalayak ramai. Iklan adalah berita pesanan untuk mendorong dan membujuk orang agar tertarik pada barang atau jasa yang ditawarkan. Iklan adalah kegiatan memberitahukan suatu hal, barang, atau jasa melalui media massa. Media yang digunakan, antara lain televisi, radio, koran, majalah, internet, dan sebagainya. Iklan berfungsi untuk menawarkan barang atau jasa kepada orang banyak melalui berbagai media.

disebutkan dalam pengertian tersebut iklan menjadi sangat penting dalam membantu mempublikasi konten desa kita,  dihadiri kurang lebih 20 peserta yang tergabung dan terdaftar komunitas blogger tuban dan RTIK Tuban memiliki minat dalam audio visual atau istilah lain videografer. Dengan narasumber pemuda asal kota tuban bergerak dalam produksi foto dan video sebut saja Werdha yang merupakan Tim Oxxy Foto yang beralamat di Wire, Gedongombo, Kec. Semanding. Dalam pelatihan yang disampaikan diruang Training LPSE Tuban, Bahwa dalam kunci pembuatan sebuah video adalah setup kamera, jaga makna konten, stabil, Detil dan yang paling penting gunakan Frame Rate normal yaitu 24 FPS.

Diakhir penjelasan materi Editing, beliau mengadakan sesi tanya jawab. Peserta banyak menanyakan bagaimana optimalisasi kamera handphone dengan konten yang menarik. Karena untuk menggunkan kamera cukup membutuhkan budget yang besar apalagi untuk pengambilan video udara. Peserta cukup antusias dengan langsung dipraktekan contoh pengambilan video, foto yang lebih berbobot sehingga ada cerita yang disampaikan.

Rabu, 30 Oktober 2019

Dihari kedua workshop muda yang berpontensi menjadi generasi 4.0 yang semakin harus dikembangkan menjadi generasi postif dan kreatif sebagai inovator di desanya. Dengan jumlah seperti hari berikutnya, sebanyak 20 peserta pelatihan Jurnalistik terdiri dari Operator Website Desa, Blogger Tuban Community (BTC) dan Relawan Tik Tuban, mengikuti kegiatan yang di adakan diruang Training LPSE Kabupaten Tuban.

Dengan mendatang narasumber perempuan asli Tuban, yang telah Go internasional dengan segudang pengalamannya dalam hal menulis (literasi), Beliau adalah Hiday Nur sapaan akrabnya ketika di sosial media dan dunia literasi. Perempuan yang memiliki senyum riang  ini tinggal di Jl. Manalagi 1 No. 1 A, Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban.

Bertajuk "Dari Desa Untuk Dunia" Hiday Nur seorang penulis 11 buku solo dan 20 analogi fiksi dan non fiksi, memaparkan materi bagaimana cara menulis yang baik dan benar dengan memperhatikan setiap kata. Berpedoman Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tidak hanya itu, perempuan muda Pendiri Wadah Baca Masyarakat "Sangar Caraka" ini juga meminta kepada seluruh peserta praktik menulis. Setelah selesai menulis dikoreksi bersama-sama. Ketika ada kesalahan dilakukan pembenahan bertujuan sebagai bekal ilmu menulis kedepannya.

Dari hasil pelatihan ini Panitia mengharapkan agar peserta mampu mendampingi dan memberikan inovasi untuk mempromosikan desanya dan menjadi ilmu yang bisa dibagikan ke temannya. (and/btc/rey)



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 3 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus